FAKTOR-FAKTOR MEMILIH PASANGAN HIDUP
Islam telah mensyariatkan undang-undang, kaidah-kaidah dan hukum-hukum bagi masing-masing pelamar dan yang dilamar, yang apa bila petunjuknya itu dilaksanakan maka perkawinan akan berada pada puncak keharmonisan, kecintaan dan keserasian.
Ada 5 point penting atas kaidah-kaidah dan hukum-hukum cara memilih pasangan dalam islam, yaitu :
A. Memilih Berdasarkan Agama
Yang dimaksud dengan “Agama” disini adalah pemahaman yang hakiki terhadap Islam dan penerapan setiap keutamaan dan moralitasnya yang tinggi dalam perbuatan dan tingkah laku, melaksanakan syariat dan prinsip-prinsipnya secara sempurna untuk selama-lamanya.
B. Memilih Berdasarkan Keturunan Dan Kemuliaan
Disini juga sudah jelas bahwasanya islam telah memerintahkan seorang pendidik untuk memilih pasangannya berdasarkan “keturunan” dan “kemuliaan”. Maksud dari keturunan dan kemuliaan ini adalah memilih jodoh dari keturunan atau “keluarga mulia” yang dikenal mempunyai kebaikan, akhlak dan yang kita kenal sebagai keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah.
C. Mengutamakan Orang Jauh (dari kekerabatan) Dalam Perkawinan
Sebelum adanya ilmu tentang genetika yang telah menetapkan, bahwasanya perkawinan dengan kaum kerabat akan melahirkan keturunan yang lemah, baik fisik maupun kecerdasannya, dan anak-anak akan mewarisi sifat-sifat moral hina dan kebiasaan-kebiasaan sosial yang tercela.
Rasulullah SAW, di dalam hadisnya telah mengatakan bahwasannya :
“Janganlah kalian menikahi kaum kerabat, sebab akan dapat menurunkan anak yang lemah jasmani dan bodoh”.
Dan juga beliau Rasulullah SAW bersabda :
“Carilah untuk kalian wanita-wanita yang jauh, dan janganlah mencari wanita-wanita dekat (yang lemah badannya dan lemah otaknya)”.1
Oleh karenanya wajib bagi kita para calon pendidik hendaknya mengikuti apa yang telah Rasulullah Saw ajarkan kepada kita.
D. Lebih Mengutamakan Wanita Yang Masih Gadis
Dalam hal ini Rosulullah SAW telah bersabda : “Kawinilah oleh kamu sekalian gadis-gadis sebab mereka itu lebih manis pembicaraanya, lebih banyak melahirkan anak lebih sedikit tuntunan dan tipuan, serta lebih menyukai kemudahan” (HR.Ibnu Majah dan Al-Baihaqi).
Disini telah dijelaskan bahwasanya Islam sangat menganjurkan mengawini gadis-gadis dibanding dengan janda. Karena gadis-gadis lebih lembut dan lebih halus kepada “lelaki pertama” yang melindunginya, menemui dan mengenalnya,dan juga mengawini gadis itu akan melahirkan kecintaan dan memperkuat aspek kesucian.
Dan kadang kala mengawini janda lebih utama dari pada mengawini gadis dalam beberapa keadaan, demi menolong, memelihara dan bertanggung jawab atas anak-anak yatim.
E. Mengutamakan Perkawinan Dengan Wanita Subur
Dalam hal ini Rosulullah Saw. bersabda :
“Kawinilah olehmu sekalian wanita-wanita subur yang banyak melahirkan anak dan penuh kecintaan, karena sesungguhnya aku ingin memperbanyak umat dengan kamu sekalian.” (HR. Abu Dawud, Nasai dan Al-yakim).
Disini akan penulis beritahukan cara-cara dalam memilih wanita subur yang banyak melahirkan anak, antara lain :
§ Dilihat dari kesehatan fisiknya dari penyakit-penyakit yang mencegahnya dari kehamilan. Untuk mengetahui hal itu dapat meminta bantuan kepada spesialis kandungan.
§ Melihat keadaan ibunya dan saudara-saudara perempuanya yang telah kawin. Sekiranya mereka itu termasuk wanita-wanita yang banyak melahirkan anak maka biasanya wanita itupun akan seperti mereka.
Allah SWT, memerintahkan kita untuk memilih orang-orang yang shaleh / sholeha ketika ingin menikah untuk menjadi pasangan hidup kita, sehingga bisa melahirkan generasi-generasi yang shaleh. Seseorang yang tidak memiliki sesuatu tidak akan bisa memberi sesuatu. Allah Swt. berfirman :
“Dan nikahilah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang patut (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan.” (QS. An-Nur : 32).
Rasulullah SAW Juga Bersabda :
“Pilihlah (tempat yang baik) untuk sepermamu, nikahilah wanita-wanita yang kufu’, dan nikahilah mereka.” (HR. Al-Hakim, Al-Mustadrak, 2/2678; Ibnu Majah, 1/1968). dihasankan oleh Syaikh Al-Albani ra.
Dengan demikian hendaknya kita sebagai calon para pendidik mencari pasangan hidup sesuai dengan apa yang telah Allah Swt. perintahkan dan juga yang telah diajarkan oleh Rasulullah Saw. kepada kita.
किताकिता
Tidak ada komentar:
Posting Komentar